KJRI Dubai Fasilitasi Kerja Sama Pendidikan Indonesia – PEA

Dubai 11 Oktober 2018: KJRI Dubai menerima kunjungan delegasi Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya, Indonesia (11/10). Kunjungan delegasi UNAIR ke Persatuan Emirat Arab (PEA) ini dilakukan dalam rangka menghadiri UAE Global Edu Fair yang diselenggarakan pada 11-13 Oktober 2018 di Crowne Plaza, Dubai.

Keikutsertaan Universitas Airlangga dalam UAE Global Edu Fair pada tahun ini, dimaksudkan untuk promosi kepada masyarakat internasional khususnya calon mahasiswa baru agar tertarik dapat mengikuti program S1 maupun S2  yang ditawarkan. Selain itu para calon mahasiswa dapat mengetahui  secara detail informasi yang disampaikan secara langsung, sekiranya berkeinginan untuk melanjutkan jenjang studinya di Universitas Airlangga.

Disamping keikutsertaan pada UAE Global Edu Fair, delegasi UNAIR yang difasilitasi KJRI Dubai juga melakukan kunjungan ke University of Dubai (UD). Pertemuan UNAIR dan UD membahas lebih lanjut beberapa poin tambahan dalam upaya mewujudkan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Airlangga dengan University of Dubai.

Nota Kesepahaman (MoU) yang nantinya akan ditandatangani kedua belah pihak akan meliputi  pembangunan kapasitas riset dan konsultasi antar fakultas,  pertukaran mahasiswa, dan dosen yang berdasarkan pada prinsip kesetaraan dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Tim dari Universitas Airlangga (UNAIR) terdiri atas (1) Sekretaris Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru, Faizal Kurniawan, SH, MH, LL.M; (2). Dr. Prawitra Thalib Amari, SH., MH, Editor in Chief Law Journal and Secretary of Quality Assurance, Fakultas Hukum; dan (3). Astria Okta Herdiani S.Ikom, Kepala Divisi Layanan Internasional, Airlangga Global Engagement (Sumber: PF. Sosbud/KJRI Dubai).

Indonesia Juara Umum The 1st Fazza Dubai Para Badminton 2018

Tim Indonesia yang berkekuatan 8 pemain berhasil menjuarai Turnamen Para-Bulutangkis yang diselenggarakan oleh Dubai Club for People of Determination Turnamen bulu tangkis untuk para penyandang cacat ini adalah yang pertama di selenggarakan seluruh wilayah Timur Tengah, yang di adakan dalam Aula Olahraga Shabab Al Ahli Dubai Club di Al Mamzar Dubai, 12-15 April 2018.

Turnamen ini di ikuti lebih dari 200 pemain dan official dari 23 negara dan dijadwalkan akan ditingkatkan sebagai kompetisi peringkat menuju kualifikasi untuk 2020 Tokyo Paralympics.

Pada turnamen terbuka ini tim Indonesia mengirimkan 6 orang atlit dan 2 orang Official termasuk dokter fisioteraphy dan manager tim. Tim Indonesia mendapatkan 4 medali emas, dan 2 medali perak. Peserta lain adalah dari negara-negara seperti Perancis, Inggris, Irlandia, Finlandia, India, Malaysia, Singapura, Hongkong – China, Australia, dan sebagainya.

KJRI Dubai turut memberikan dukungan bagi atlit Indonesia pada Turnamen ini. Bapak Arzaf F Firman selaku Konsul Jenderal RI untuk Dubai dan Emirat Utara beserta staf ikut hadir dalam memberikan dukungan, serta berkesempatan membagikan medali bagi para juara.

Keterangan Foto : Para Atlit Beserta Bpk Konsul Jenderal RI, Atlit Para Badminton Ganda Campuran

 

Turnamen Futsal KJRI Cup Memperingati HUT Ke – 73 RI

KJRI Dubai pada hari Jum’at, 9 Maret 2018 bertempat di Al Ajyal Sports Centre, Emirat Sharjah, menyelenggarakan Turnamen Futsal memperebutkan KJRI Cup. Kejuaraan ini diselenggarakan setiap tahun dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI. Sebanyak 16 tim futsal masyarakat Indonesia dari seluruh Persatuan Emirat Arab (PEA) berpartisipasi pada kegiatan ini dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Ke-73 RI tahun 2018. Ke-16 Tim yang ikut serta adalah Wiralodra, FIFC Fujairah, Podam FC, Al Quoz, Viking, Java FC, Bobotoh Dubai, IMA FC, RIFC 1, RIFC 2, Sharjah Emirates, Kongkrid FC, PSI Abu Dhabi, Satwa United, Aviator Abu Dhabi, dan SIFC Sharjah.

Dalam sambutannya, Konsul Jenderal RI menyampaikan harapan agar WNI di Persatuan Emirat Arab selalu menjaga persatuan dan persaudaraan. Tampil sebagai Juara I adalah Tim Wiralodra dari Emirat Sharjah dan Runner Up Tim RIFC 1 dari Emirat Ras Al Khaimah. Sementara Java FC (gabungan WNI di Dubai dan Sharjah) menduduki peringkat 3.

Kegiatan ini juga dimeriahkan oleh masyarakat Indonesia yang berjualan makanan khas Indonesia. Banyak keluarga WNI yang hadir menyaksikan kegiatan ini sehingga kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi antar WNI di Persatuan Emirat Arab.

Menkeu RI Raih Best Minister Award 2018 di Dubai

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Dr. Sri Mulyani Indrawati, mendapatkan Penghargaan Menteri Terbaik Dunia (Best Minister in the World Award) di World Government Summit 2018 yang diselenggarakan di Madinat Jumeirah, Dubai, Persatuan Emirat Arab (PEA). Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Presiden dan Perdana Menteri PEA / Penguasa Dubai, Sheikh Mohammad bin Rashid Al Maktoum.

Penghargaan Menteri Terbaik ini merupakan penghargaan global yang diberikan kepada satu orang menteri dari semua negara di dunia setiap tahunnya dan mulai diberikan pada tahun 2016. Proses seleksi dan penentuan pemenangnya dilakukan oleh lembaga independen Ernst & Young dan diselenggarakan oleh World Government Summit. World Government Summit merupakan pertemuanraksasa tahunan yang diselenggarakan di Dubai, melibatkan segenap pemimpin pemerintahan dari seluruh dunia dalam suatu forum dialog global tentang proses pemerintahan dan kebijakan publik serta kaitannya dengan teknologi, inovasi, kebijakan ekonomi dan lain-lain. Tujuannya adalah untuk memperbaiki kehidupan 7 miliar penduduk dunia dan mencapai kebahagiaan bagi seluruh umat manusia (happiness).

Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya menjadi penerima pertama dari Asia yang menerima penghargaan tersebut. Beliau mengatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan pengakuan atas kerja kolektif pemerintah di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo, khususnya di bidang ekonomi. Menteri Keuangan juga mendedikasikan penghargaan tersebut kepada 257 juta rakyat Indonesia dan 78.164 jajaran Kementerian Keuangan yang telah bekerja keras untuk mengelola keuangan negara dengan integritas dan komitmen tinggi untuk menciptakan kesejahteraan rakyat yang merata dan berkeadilan. Berbagai upaya reformasi kebijakan telah dicanangkan di Kementerian Keuangan, bertujuan untuk mendorong kebijakan fiskal menuju pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Reformasi birokasi di Kementerian Keuangan juga sudah membuahkan banyak hasil.

Pidato Menteri PPN Kepala Bappenas di WGS 2018 Dubai

Menteri PPN / Kepala Bappenas Prof. Bambang P. Brodjonegoro pada 10 November 2018 menyampaikan  paparan kunci yang bertema SDGs Implementation and Improvement of Happiness: Indonesia’s Perspective pada World Government Summit 2018 yang berlangsung di Madinat Jumairah, Dubai.

Pada kesempatan ini, Menteri PPN menyampaikan bagaimana Indonesia mengkaitkan antara Sustainable Development Goals (SDGs) dengan Happiness. Dalam kaitan ini, Indonesia berinisiatif menyusun konsep yang disebut dengan: SDGs Pyramid to Happiness. Konsep ini diusulkan oleh aktor SDGs Indonesia dari unsur non-pemerintah, yang menunjukkan bahwa kepemilikan SDGs di Indonesia tidak hanya dari unsur pemerintah tetapi juga unsur non-pemerintah. SDGs Pyramid to Happiness menerjemahkan SDGs ke dalam tiga prinsip dasar untuk mencapai kebahagiaan, yaitu: people(Goal 1-10) , ecological (Goal 11-15), and spiritual (Goal 16-17). Tiga prinsip dasar ini pada dasarnya sejalan dengan nilai-nilai masyarakat Indonesia yang telah diyakini selama ini yaitu Pancasila. Indonesia yang mayoritas masyarakatnya beragama Islam meyakini 3 nilai dasar untuk mencapai kebahagiaan, yaitu: Hablum minallah (hubungan manusia dengan Allah), Hablum Minannas (hubungan antar manusia), dan hablum minal ‘alam (hubungan antara manusia dengan alam). Contoh lain adalah Tri Hita Karana yang merupakan nilai tradisional masyarakat Bali untuk menuju kebahagiaan, melalui: harmoni antar manusia, harmoni antara manusia dengan alam, serta harmoni antara manusia dengan spiritual.

Menteri PPN juga menegaskan Indonesia memiliki indeks untuk mengukur tingkat kebahagiaan yang disebut dengan Happiness Index, yang terdiri atas 3 dimensi: (i) Indeks Dimensi Kepuasan Hidup (life satifaction); (ii) Indeks Dimensi Perasaan (Affect); dan (iii) Indeks Dimensi Makna Hidup (Eudaimonia). Dari masing-masing komponen terlihat bahwa nilai kebahagiaan yang paling tinggi di masyarakat Indonesia adalah pada komponen harmoni dengan keluarga, sementara yang paling rendah ada pada komponen pendidikan dan keahlian. Selain itu, masyarakat perkotaan relatif lebih bahagia dibandingkan dengan masyarakat perdesaan, kelompok perempuan relatif lebih bahagia dibandingkan laki-laki, dan kebahagiaan menurun seiring dengan umur yang semakin tua. Secara umum, tingkat kebahagiaan masyarakat Indonesia meningkat dari tahun 2014 ke 2016. Namun, Pemerintah tetap memiliki tantangan untuk dapat menciptakan tingkat kebahagiaan Indonesia yang lebih baik lagi.

Selanjutnya, Menteri PPN menyampaikan pentingnya kebahagiaan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Hasil studi menunjukkan bahwa negara yang tingkat kebahagiaannya relatif tinggi ternyata perekonomiannya tumbuh lebih baik. Hal ini karena kebahagiaan akan berdampak pada usia yang harapan hidup yang lebih panjang dan mendorong orang untuk berinvestasi lebih banyak, yang selanjutnya akan memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.

Dalam WGS 2018 ini, Menteri PPN / Kepala Bappenas juga berkesempatan menjadi pembicara pada Pada sesi ini, Menteri PPN menjadi salah satu pembicara dalam sesi panel menteri (ministerial panel) bersama-sama dengan Dr. Hala AL-Saeed (Minister of Planning and Administrative Reform, Mesir) dan Alenka Smerkolj (Minister of Development, Slovenia). Menteri PPN / Kepala Bappenas juga mengadakan pertemuan dengan Prof. Jeffrey Sachs dari Columbia University, New York, AS.