By : admin

Pada tanggal 26 Mei 2019, Duta Besar RI Abu Dhabi didampingi oleh Konsul Jenderal RI Dubai telah melakukan pembukaan pasar bursa efek di Nasdaq Dubai dengan disaksikan oleh Gubernur Dubai International Financial Center beserta jajarannya. Tim promosi gabungan wilayah Emirat Utara yang terdiri dari perwakilan Fungsi Ekonomi KJRI Dubai, Indonesian Trade Promotion Center dan Indonesian Investment Promotion Center turut hadir untuk mendukung kegiatan dimaksud.

Inisiatif pembukaan pasar bursa efek ini adalah untuk menghormati Indonesia sebagai negara penerbit Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) / Global Green Sukuk terbesar senilai USD. 2 miliar yang didaftarkan di bursa efek Singapura serta Nasdaq Dubai pada tanggal 20 Februari 2019.

Green Sukuk adalah fenomena baru dalam dunia keuangan global, khususnya keuangan Islam. Secara umum, Green Sukuk adalah instrumen keuangan dalam kajian Islami yang mengikuti tren investasi sosial. Keuangan yang dihasilkan dari Green Sukuk biasanya mendukung investasi energi terbarukan atau aset lingkungan hidup. Indonesia hadir dalam siklus ini untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Semoga dengan langkah ini, peran Indonesia secara global terus meningkat demi merintiskemajuan, serta berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Disela-sela pertemuan, Duta Besar RI dan Konsul Jenderal RI menjelaskan mengenai pertumbuhan ekonomi, kebijakan ramah investasi serta peran Pemerintah Indonesia dalam mengatasi tantangan terhadap kegiatan ekonomi nasional ditengah dinamika harga minyak dunia yang berimbas pada penurunan neraca perdagangan akibat ekspor-impor komoditi dengan nilai ekonomi yang tidak sepadan.

Meskipun perekonomian nasional masih bertumpu pada sektor pariwisata dan fokus pembangunan infrastruktur, namun dengan dukungan fundamental dari makro ekonomi Indonesia cukup kuat yakni jumlah GDP yang mencapai USD. 1,6 trilyun, prospek kelas ekonomi menengah yang terus berkembang dan daya serap pasar yang mencapai sekitar 270 juta jiwa, diharapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai hasil positif.

Usai penyajian dari pihak Indonesia, pihak Nasdaq Dubai menyampaikan usulan pengembangan kerja sama antara sektor usaha wilayah Emirat Utara dengan komunitas bisnis tanah air melalui upaya menggiatkan people to people, business to business contacts.

Selain dicatat inisiatif peningkatan misi dagang berdasarkan prinsip saling melengkapi, perwakilan Dubai Islamic Economy Development Center juga menyampaikan ketertarikannya untuk meningkatkan engagement dalam sektor ekonomi halal dan sektor ekonomi syariah.

Kilas Balik

Pada tanggal 3-4 Februari 2019, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan telah melakukan non deal roadshow untuk Green Nusantara 2 Project di Dubai yang melibatkan perwakilan dari Bank Indonesia dan beberapa sektor perbankan syariah nasional juga mitra kerja dari Dubai Islamic Bank, Sharjah Islamic Bank, Emirates NBD, Deutsch Bank dan Kuwait Islamic Bank.

Indonesia adalah penerbit sukuk terbesar di dunia dengan merujuk website Nasdaq Dubai, ditulis sebagai the largest issuer of global sukuk on Nasdaq Dubai by both of value and number of listing.

Sebelumnya pada bulan September 2015, Menteri Keuangan RI saat itu Bapak Bambang Brodjonegoro juga telah melakukan pembukaan sesi perdagangan di bursa Nasdaq Dubai.