KJRI Dubai

KONSULAT JENDERAL REPUBLIK INDONESIA DUBAI-PEA

Kunjungan Kerja Dewan Pertimbangan Presiden RI ke Dubai, UAE.

  • Home
  • Berita
  • Kunjungan Kerja Dewan Pertimbangan Presiden RI ke Dubai, UAE.

Ketua Dewan Pertimbangan Presiden RI (Wantimpres) Prof. Dr. Sri Adiningsih beserta delegasi telah melakukan kunjungan kerja ke Dubai, UAE pada tanggal 20-22 Juni 2015. Selama di Dubai, rombongan telah melakukan pertemuan dengan Jebel Ali Free Zone Authority (JAFZA), Indonesian Trade Prmotion Centre (ITPC), Indonesia Investment Promotion Centre (llPC) dan Masyarakat Indonesia di Dubai.

Dalam pertemuannya dengan masyarakat Indonesia di Dubai, Ketua Wantimpres menyampaikan beberapa kebijakan yang telah diambil oleh Presiden Jokowi dalam mengatasi masalah yang dihadapi bangsa agar Indonesia bisa lebih maju dengan menggunakan anggaran subsidi BBM, antara Pembangunan Sumber Daya Manusia, Peningkatan Daya Saing lnternasional dan Produktifitas Nasional, serta Ketahanan Ekonomi. Pada akhir ceramahnya Ketua Wantimpres menekankan bahwa Pemerintahan Jokowi menghendaki adanya perubahan, namun hasil dari perubahan tersebut butuh waktu dan kesabaran. Oleh karena itu dibutuhkan dukungan dari semua pihak.

Pertemuan dengan JAFZA dilakukan pada tanggal 21 Juni 2015, dalam rangka mencari informasi mengenai system pelayanan yang diberikan oleh JAFZA untuk peningkatan system pelayanan pelabuhan laut di Indonesia. Di JAFZA, Tim Wantimpres disambut oleh Senior Vice President JAFZA, Mr. Adil Ahzarooni. Dalam paparannya, Mr. Adil menjelaskan perkembangan dan mekanisme pelayanan pelabuhan di Jebel Ali yang sudah sangat sistematis sehingga efisiensi waktu dan biaya mobilisasi barang baik ekspor maupun imper dapat dicapai. Pengangkutan barang dari pelabuhan laut di Jebel Ali ke Port Al Maktoum di Dubai World Denter yang berjarak 29 km hanya butuh waktu setengah jam. Mr. Adil juga menekankan, bahwa sesungguhnya pelayanan yang diberikan oleh JAFZA tidak lebih murah dari yang lain, namun JAFZA sangat menekankan pada kualitas pelayanan. Dalam pertemuan tersebut, Mr. Adil juga memaparkan tentang program inkubator Bisnis yang sedang dikelola oleh JAFZA di mana Indonesia sedang dalam proses untuk turut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Dalam hal ini, lbu Sri Adiningsih memandang UKM Indonesia belum saatnya untuk bergabung di lnkubator Bisnis tersebut, mengingat biaya yang dibutuhkan tidak sedikit. Kunjungan ke JAFZA ini diakhiri degan rombongan diajak melihat kegiatan pelabuhan di Jebel Ali.

Kemudian pertemuan dilanjutkan ke kantor ITPC. Dalam pertemuan ini, Kepala ITPC memaparkan mengenai negara UAE khususnya dari sektor ekonomi, promosi dagang, pengembangan jejaring kerja, dan penanganan berbagai kasus perdagangan di Negara UAE.

Dalam pertemuan ini Ketua Wantimpres menyarankan perlunya pemasaran dan promosi yang lebih agresif untuk memperbesar share produk ekspor Indonesia di pasar UAE, mengingat UAE adalah sebagai hub bagi negara di Timur Tengah, Afrika dan Eropa dan juga sebagai pusat pameran lnternasional. Untuk itu Ketua Wantimpres memandang pentingnya lebih ditingkatkan keikutsertaan Indonesia dalam pameran-pameran bertaraf International di Dubai.

Pada waktu yang bersamaan, salah anggota Wantimpres, Bapak Sidarta Danusubroto mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi llPC di Abu Dhabi. Dalam pertemuan tersebut llPC menyampaikan beberapa tantangan yang dihadapi oleh Indonesia dalam rangka menarik investasi dari UAE, antara lain kurang konkret dan detailnya peluang investasi yang ditawarkan, minimnya informasi partner lokal yang credible serta proyek yang ditawarkan ttidak clear and clean. Selain itu Kepala llPC Abu Dhabi juga menyampaikan minimnya  delegasi ekonomi tingkat tinggi Pemerintah beserta sektor swasta ke UAE juga dukungan pemerintah pusat dalam memfasilitasi kunjungan delegasi dari UAE.

Ketua Wantimpres menyatakan, hasil dari kunjungan ini kemudian akan dirumuskan untuk menjadi pertimbangan kebijakan Presiden RI.