Pidato Menteri PPN Kepala Bappenas di WGS 2018 Dubai

Menteri PPN / Kepala Bappenas Prof. Bambang P. Brodjonegoro pada 10 November 2018 menyampaikan  paparan kunci yang bertema SDGs Implementation and Improvement of Happiness: Indonesia’s Perspective pada World Government Summit 2018 yang berlangsung di Madinat Jumairah, Dubai.

Pada kesempatan ini, Menteri PPN menyampaikan bagaimana Indonesia mengkaitkan antara Sustainable Development Goals (SDGs) dengan Happiness. Dalam kaitan ini, Indonesia berinisiatif menyusun konsep yang disebut dengan: SDGs Pyramid to Happiness. Konsep ini diusulkan oleh aktor SDGs Indonesia dari unsur non-pemerintah, yang menunjukkan bahwa kepemilikan SDGs di Indonesia tidak hanya dari unsur pemerintah tetapi juga unsur non-pemerintah. SDGs Pyramid to Happiness menerjemahkan SDGs ke dalam tiga prinsip dasar untuk mencapai kebahagiaan, yaitu: people(Goal 1-10) , ecological (Goal 11-15), and spiritual (Goal 16-17). Tiga prinsip dasar ini pada dasarnya sejalan dengan nilai-nilai masyarakat Indonesia yang telah diyakini selama ini yaitu Pancasila. Indonesia yang mayoritas masyarakatnya beragama Islam meyakini 3 nilai dasar untuk mencapai kebahagiaan, yaitu: Hablum minallah (hubungan manusia dengan Allah), Hablum Minannas (hubungan antar manusia), dan hablum minal ‘alam (hubungan antara manusia dengan alam). Contoh lain adalah Tri Hita Karana yang merupakan nilai tradisional masyarakat Bali untuk menuju kebahagiaan, melalui: harmoni antar manusia, harmoni antara manusia dengan alam, serta harmoni antara manusia dengan spiritual.

Menteri PPN juga menegaskan Indonesia memiliki indeks untuk mengukur tingkat kebahagiaan yang disebut dengan Happiness Index, yang terdiri atas 3 dimensi: (i) Indeks Dimensi Kepuasan Hidup (life satifaction); (ii) Indeks Dimensi Perasaan (Affect); dan (iii) Indeks Dimensi Makna Hidup (Eudaimonia). Dari masing-masing komponen terlihat bahwa nilai kebahagiaan yang paling tinggi di masyarakat Indonesia adalah pada komponen harmoni dengan keluarga, sementara yang paling rendah ada pada komponen pendidikan dan keahlian. Selain itu, masyarakat perkotaan relatif lebih bahagia dibandingkan dengan masyarakat perdesaan, kelompok perempuan relatif lebih bahagia dibandingkan laki-laki, dan kebahagiaan menurun seiring dengan umur yang semakin tua. Secara umum, tingkat kebahagiaan masyarakat Indonesia meningkat dari tahun 2014 ke 2016. Namun, Pemerintah tetap memiliki tantangan untuk dapat menciptakan tingkat kebahagiaan Indonesia yang lebih baik lagi.

Selanjutnya, Menteri PPN menyampaikan pentingnya kebahagiaan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Hasil studi menunjukkan bahwa negara yang tingkat kebahagiaannya relatif tinggi ternyata perekonomiannya tumbuh lebih baik. Hal ini karena kebahagiaan akan berdampak pada usia yang harapan hidup yang lebih panjang dan mendorong orang untuk berinvestasi lebih banyak, yang selanjutnya akan memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.

Dalam WGS 2018 ini, Menteri PPN / Kepala Bappenas juga berkesempatan menjadi pembicara pada Pada sesi ini, Menteri PPN menjadi salah satu pembicara dalam sesi panel menteri (ministerial panel) bersama-sama dengan Dr. Hala AL-Saeed (Minister of Planning and Administrative Reform, Mesir) dan Alenka Smerkolj (Minister of Development, Slovenia). Menteri PPN / Kepala Bappenas juga mengadakan pertemuan dengan Prof. Jeffrey Sachs dari Columbia University, New York, AS.

Penyerahan Surat Presiden RI Mengenai Keikut sertaan Indonesia pada Dubai Expo 2020

Pada tanggal 13 November 2016, Konsul Jenderal RI Dubai mendampingi Duta Besar RI untuk Persatuan Emirat Arab (PEA) Bapak Husin Bagis menyerahkan surat asli Bapak Presiden RI mengenai keikutsertaan Indonesia pada Expo 2020 (DE 2020). Surat yang ditujukan kepada Sheikh Muhammed bin Rashid al Maktoum, Wakil Presiden-Perdana Menteri PEA dan Penguasa Dubai, tersebut diserahkan kepada HE Reem Ebrahim al-Hashimi, Menteri Negara untuk urusan Kerjasama Internasional, merangkap Direktur Jenderal Dubai Expo 2020.

Acara berlangsung dengan sederhana tetapi penuh keakraban, dimana HE Reem dan Duta Besar HUsin Bagis melakukan pembicaraan ringan mengenai Indonesia dan hubungan bilateral kedua Negara. Acara dilanjutkan dengan foto bersama dan pengisian buku tamu oleh Duta Besar RI.

Sebelum pertemuan dengan HE Reem, Duta Besar RI Abu Dhabi, Konjen RI Dubai, dan rombongan diajak untuk melihat lokasi (DE 2020) di selatan kota Dubai. Mr. Simon Clegg CBE, Chief Operating Officer DE 2020, memberikan gambaran yang jelas mengenai lokasi serta tempat-tempat dan gedung-gedung utama yang akan dibangun. Saat ini yang sedang dilaksanakan adalah membangun tiga pusat pembangkit listrik di lokasi tersebut.

Penyerahan surat Presiden RI ini menjadikan Indonesia Negara pertama di ASEAN yang secara terbuka menyatakan keikutsertaan pada DE 2020. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah Indonesia untuk mengambil peran aktif pada kegiatan internasional yang akan berlangsung antara Oktober 2020 – April 2021, meruntuhkan kekhawatiran sementara pihak mengingat belum adanya indikasi negara ASEAN lain di event ini.

Sampai saat ini telah tercatat sekitar 70 negara yang secara terbuka menyatakan ikut serta pada DE 2020

1000 WNI Hadiri Shalat dan Halal Bihalal Idul Fitri di KJRI Dubai

KJRI Dubai telah menyelenggarakan Shalat Idul Fitri pada hari Rabu, 6 Juli 2016 (1 Syawal 1436 H) bertempat di KJRI Dubai. Shalat Idul Fitri ini dihadiri warga negara Indonesia dari Dubai dan Emirat Utara (Ajman, Sharjah, Umm Al Quwain, Ras Al Khaimah, dan Fujairah). Meskipun KJRI Dubai tidak dapat mengeluarkan undangan secara tertulis kepada masyarakat sehubungan adanya permintaan pemerintah setempat yang menghimbau agar Shalat Idul Fitri diadakan di tempat yang telah disiapkan pemerintah setempat, namun KJRI Dubai tetap menyelenggarakan Shalat Idul Fitri sehubungan dengan harapan yang besar dari WNI untuk Shalat Idul Fitri berjamaah di KJRI Dubai.

Sekitar 1000 warga Indonesia dari berbagai latar profesi hadir dalam Shalat Idul Fitri tahun ini. Bertindak sebagai Imam Al Ustadz H. Zunnunil Masri (alumni Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir) dan Khotib Al Ustadz H. Mursalin (alumni Universitas Damaskus, Suriah). Dalam khotbahnya, Ustadz H. Mursalin menyampaikan bahwa ajaran Islam supaya kaum muslimin Shalat Idul Fitri di tanah lapang adalah agar melihat langsung tanda-tanda kebesaran Allah SWT di alam raya sehingga umat Islam menyadari bahwa betapa dirinya tidak berarti dihadapan Allah SWT dan selalu tawadhu (rendah hati) dan tidak menyombongkan diri. Ustadz Mursalin juga mengajak seluruh WNI di Dubai dan Emirat Utara untuk menjaga persatuan dan kesatuan sehingga dapat membantu tercapainya cita-cita bangsa Indonesia menuju kehidupan berbangsa yang aman, bersatu, adil, dan makmur.

Setelah Shalat Ied selesai, diselenggarakan halal bihalal dan ramah tamah antara warga masyarakat dengan Konsul Jenderal RI Dubai Arzaf F. Firman. Halal bihalal ini juga dihadiri oleh Perwakilan Umat Nasrani Indonesia di Dubai. Silaturahmi juga dimeriahkan dengan hidangan khas lebaran yaitu ketupat sayur dan rendang.

Indonesian Muslim Association (IMA) di Dubai yang menjadi Amil Zakat Infaq Shadaqah (ZIS) WNI di Dubai dan sekitarnya berhasil mengumpulkan zakat fitrah sebesar 7270 dirham dan 200 US Dollar yang sudah dibagikan kepada yang berhak menerimanya. Ketua IMA Joko Slamet mengharapkan kerja sama yang baik antara KJRI dan IMA dalam memberikan pelayanan kepada umat Islam di Dubai dapat terus dipertahankan ke depannya.

Tabligh Akbar Bersama Al Ustadz Felix Siauw

Indonesian version only…..KJRI Dubai pada hari Jum’at 16 Januari 2016 memberikan fasilitas kepada Indonesian Muslim Association (IMA) Dubai untuk menyelenggarakan pengajian bulanan dengan menghadirkan pembicara tamu Al Ustadz Felix Siauw dari Jakarta.

Acara yang dihadiri sekitar 300 WNI dari wilayah Emirat Utara ini dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al Qur’an dan lantunan lagu Islam dari para siswa Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA) Dubai.

Ustadz Felix Siauw dalam ceramahnya mengajak seluruh hadirin umeningkatkan amal kebaikan karena tanda paling tinggi dari sebuah iman seorang Muslim adalah apabila yang bersangkutan dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

Ustadz Felix Siauw juga membuka ”rahasia” mengapa dirinya akhirnya memeluk agama Islam. Berdasarkan riset yang dilakukannya, belum ada satu pun manusia yang mampu membuat satu ayat saja seperti Al Qur’an yang sangat puitis namun sarat akan makna, dan tidak ada satu kitab pun di dunia ini yang dapat dihafal isinya kecuali Kitab Suci Al Qur’an.

Acara tabligh akbar kemudian ditutup dengan silaturahmi bersama.